Dengan segala kelebihan yang kau punya. Sejatinya
kelebihanmu itu semua bak pisau bermata dua, yang dapat menghantarkanmu ke
surga, atau menjerumuskanmu ke dalam neraka. Ya, karena kelebihanmu itu dapat
menjadi karunia yang berbuah pahala, atau bencana yang berujung dosa
Hei kamu.. iya kamu, yang bernama jiwa manusia…
Kamu merasa sudah lama mengaji, banyak ilmu yang
dikuasai, berasa otak cerdas sekali…
berduyun-duyun orang bertanya padamu sana-sini…
Lalu kamu ingin memuji diri?
Hei, fiqh perbandingan madzaahib apa sudah semuanya kau kuasai? Atau kau merasa ilmumu
sepantaran Imam Al-Bukhari dan An-Nawawi? Hingga kamu merasa pintar sendiri?
Kemudian kau membuat orang merasa bodoh dengan sikapmu yang “sok tinggi”.
Janganlah demikian…